Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BUKU PELAUT | 9 PERSYARATAN PERMOHONAN PENERBITAN BUKU PELAUT

hari buku, hari buku nasional selamat hari buku nasional mengenal buku pelaut, pembuatan buku pelaut, manfaat dan fungsi buku pelaut, cara mengurus buku pelaut, pendaftaran buku pelaut online, cara perpanjangan buku pelaut online, dephub buku pelaut, Dimanakah Pengurusan buku pelaut?, perpanjang buku pelaut, Berapa biaya pembuatan buku pelaut online?, Berapa lama waktu proses penerbitan buku pelaut?, dokumen pelaut, buku pelaut online, cek buku pelaut online, cek buku pelaut, login buku pelaut, Gimana cara daftar buku pelaut online?, persyaratan buku pelaut online, www.pelaut.dephub.go.id buku pelaut, BUKU PELAUT | 9 PERSYARATAN PERMOHONAN PENERBITAN BUKU PELAUT

MENGENAL BUKU PELAUT


Buku Pelaut adalah dokumen resmi Negara yang wajib dimiliki oleh setiap pelaut. Merupakan sebuah buku yang berisi track record (pengalaman berlayar seorang pelaut) atau catatatan seorang pelaut. Buku Pelaut disebut juga dengan istilah Seaman Book karena dapat digunakan juga untuk pelaut internasional.

Untuk melindungi hak dan kewajiban seorang pelaut Indonesia maka disyahkanlah Undang-undang tahun 2008 No 17 tentang Pelayaran sebagai dasarnya. Dan kemudian dibuatlah aturan teknis dari Kementerian Perhubungan sebagai regulator permasalahan kepelautan termasuk didalamnya mengenai aturan teknis tentang buku pelaut.

Dalam Peraturan menteri perhubungan (Permenhub Nomor KM 30 Tahun 2008 Pasal 3 ayat 1) tentang Dokumen Identitas Pelaut. Setiap Pelaut yang bekerja sebagai awak kapal pada kapal niaga berukuran GT 35 (Tiga Puluh Lima Gross Tonnage) atau lebih dan untuk kapal motor dengan ukuran GT 105 (seratus lima Gross Tonnage) atau lebih, serta untuk kapal tradisional dengan konstruksi sederhana atau kapal perikanan berukuran panjang 12 (dua belas) meter atau lebih, wajib memiliki Buku Pelaut. Sedangkan pada ayat (2) Buku pelaut diberikan kepada pelaut yang mempunyai sertifikat keahlian pelaut dan sertifikat keterampilan pelaut serta taruna yang akan melaksanakan praktek berlayar di kapal.

Awak kapal diwajibkan untuk melakukan tugas diatas kapal baik itu secara lisan maupun tertulis harus sesuai dengan jabatan yang tertera atau tercantum dalam buku pelaut atau seaman book. Undang-undang tentang Pelayaran Nomor 17 tahun 2008 pasal 224 ayat 1 Setiap orang yang bekerja di kapal dengan jabatan apapun harus memiliki kompetensi, dokumen pelaut dan disijil oleh syahbandar.

 

PEMBUATAN BUKU PELAUT

Seiring berkembangnya kemajuan teknologi informasi Kementerian perhubungan (KEMENHUB) telah membuat terobosan baru untuk pendaftaran buku pelaut online, pengurusan Buku Pelaut baru, buku pelaut yang hilang maupun perpanjangan secara online. Dimanakah Pengurusan buku pelaut? Cukup dengan mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terdekat setelah mendaftar buku pelaut secara online melalui portal (dephub buku pelaut) : https://dokumenpelaut.dephub.go.id. Adapun Tata cara pendaftaran buku Pelaut secara online dan persyaratan buku pelaut online sudah banyak dijelaskan di internet melalui website-website tutorialnya, jika masih kesulitan petugas dari KSOP siap untuk membantu. Diwajibkan datang sendiri dalam mengurus buku pelaut, selain menghindari praktek penipuan dan percaloan juga bisa menghemat waktu dan juga biaya.

Berapa lama waktu proses penerbitan buku pelaut? Lamanya penerbitan atau pembuatan buku pelaut ini ialah 2 (dua) hari kerja dan berlaku selama 4 tahun dengan perpanjangan buku pelaut 2 tahun. Berapa biaya pembuatan buku pelaut online? Untuk biaya pembuatan buku pelaut ialah sebesar Rp 200.000,- sampai Rp 300.000,- dan dapat ditransfer.


MANFAAT DAN FUNGSI BUKU PELAUT

Manfaat dan fungsi buku pelaut selain sebagai dokumen resmi Negara, juga sebagai:

  1. Identitas pemilik buku pelaut. 
  2. Catatan khusus pemilik buku pelaut. 
  3. Catatan kesehatan pemilik buku pelaut. 
  4. Daftar ijazah pemilik buku pelaut. 
  5. Pengalaman berlayar (sea service)


CARA MENGURUS BUKU PELAUT

hari buku, hari buku nasional selamat hari buku nasional mengenal buku pelaut, pembuatan buku pelaut, manfaat dan fungsi buku pelaut, cara mengurus buku pelaut, pendaftaran buku pelaut online, cara perpanjangan buku pelaut online, dephub buku pelaut, Dimanakah Pengurusan buku pelaut?, perpanjang buku pelaut, Berapa biaya pembuatan buku pelaut online?, Berapa lama waktu proses penerbitan buku pelaut?, dokumen pelaut, buku pelaut online, cek buku pelaut online, cek buku pelaut, login buku pelaut, Gimana cara daftar buku pelaut online?, persyaratan buku pelaut online, www.pelaut.dephub.go.id buku pelaut, BUKU PELAUT | 9 PERSYARATAN PERMOHONAN PENERBITAN BUKU PELAUT

1. Surat Pernyataan

Cara pertama membuat buku pelaut adalah menyiapkan berkas penting yang dibutuhkan. Salah satu dokumen pertama yang paling penting dan dibutuhkan adalah membuat surat pernyataan bahwa pelaut ini belum mempunyai buku pelaut sebelumnya. Surat ini dapat diurus dengan mudah jika memang yang bersangkutan belum mempunyai buku pelaut. Gunanya Surat pernyataan ini adalah untuk menghindari adanya pemalsuan data atau pelaut yang mempunyai identitas ganda.

2. Dokumen Penting

Setelah selesai menyiapkan surat pernyataan belum mempunyai buku pelaut, hal selanjutnya adalah mempersiapkan dokumen penting pendukung seperti foto copy sertifikat ketrampilan pelaut, serta menyiapkan surat keterangan (PRALA) yaitu surat keterangan akan melaksanakan Praktik Kerja Laut bagi Taruna yang akan mengurusnya.

3. Surat Panjang Masa Berlayar

Surat Masa Berlayar ini berbentuk surat pernyataan mengenai berapa lama masa berlayar bagi pelaut yang bersangkutan dan bisa diurus di KBRI untuk pelaut yang tidak pernah atau belum melakukan pelayaran.

4. Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter

Tentunya surat keterangan kesehatan ini tidak dapat diambil dari dokter sembarangan. Surat kesehatan ini akan sah apabila didapatkan dari rumah sakit yang sudah direkomendasikan oleh Direktorat Perhubungan Laut yaitu Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP)direkomendasikan. Hasil tes kesehatan tubuh juga dapat mempengaruhi berhasil atau tidaknya buku pelaut ini didapatkan. surat ini menjelaskan bahwa calon pelaut dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.

5. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Surat SKCK dapat diurus di kantor kepolisian daerah masing-masing. Hal ini berguna untuk menjelaskan bahwa calon pelaut tidak mempunyai masalah dengan kejahatan atau tindak kriminal lain dengan bukti yang otentik.

6. Dokumen Data Diri

Dokumen lain yang harus disiapkan ialah dokumen yang berisikan data diri dengan lengkap dan dapat dibuktikan kebenarannya. Dokumen tersebut meliputi foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran dan lain sebagainya.

7. Pas Foto

Tidak lupa untuk menyiapkan pas foto terbaru Anda untuk dicantumkan ke dalam buku pelaut. Dimana pas foto dengan ukuran 5×5 dan 3×4 masing-masing dicetak sebanyak 3 lembar. Pas foto harus memakai baju warna putih polos lengan panjang dengan berdasi hitam dengan latar belakang BIRU untuk deck (NAUTIKA) dan MERAH untuk untuk bagian mesin (TEKNIKA).

8. Surat Keterangan Kehilangan atau Kecelakaan Kapal

Dokumen ini dikhususkan untuk buku pelaut yang hilang dan dapat diurus kembali dengan alasan yang jelas. Jangan lupa jika masih ada sertakan foto copy buku pelaut yang lama.

9. Bagi yang belum pernah login buku pelaut atau cek buku pelaut online diwajibkan untuk membuat Surat Keterangan Belum Pernah Memiliki Buku Pelaut Online. Dan menanyakan Gimana cara daftar buku pelaut online pada saat menyetor berkas.




Nah, Demikianlah artikel yang kami buat yang berjudul BUKU PELAUT | 9 PERSYARATAN PERMOHONAN PENERBITAN BUKU PELAUT. Tidak lupa admin ucapkan selamat hari buku nasional Semoga artikel tentang mengenal buku pelaut, pembuatan buku pelaut, manfaat dan fungsi buku pelaut, dan cara mengurus buku pelaut ini dapat membantu menambah wawasan kita semua. Untuk selanjutnya, akan kami bahas artikel menarik lainnya. Stay tune terus di web kami www.safety-marine.com  Terimakasih dan Salam satu JAngkar!!!

Posting Komentar untuk "BUKU PELAUT | 9 PERSYARATAN PERMOHONAN PENERBITAN BUKU PELAUT"