Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERENCANAAN SYSTEM BILGA DI ATAS KAPAL

 

Apa fungsi dari Pompa bilga?, Apa itu Pompa bilga?, bilga adalah, gambar sistem ballast pada kapal, Apa itu Bilge dalam kapal?, fungsi bilge pump di kapal, Apa itu Sistem bilga kapal?, bilges pump, pompa bilga kapal, bilge system adalah, bilge pump adalah, overboard kapal, alat pemisah minyak dan air di kapal, bilge adalah, bilge tank adalah, ows kapal,

Perencanaan System Bilga Part 2

 

1.  Jalur Bilga

  • Pada bagian sisi hisap bilge dan Jalur bilga harus diposisikan sedemikian rupa agar bilga bisa dipompa dengan menyeluruh meskipun di bawah kondisi trim. 
  • Sisi hisap pada bilga normalnya dipasang di kedua sisi kapal. Untuk kompartement yang posisinya di depan dan di bagian belakang kapal, 1 (satu) hisap bilga sudah cukup dan bisa mengeringkan secara lengkap kompartemen yang relevan.
  • Ruang sekat stern tube yang terdapat di belakang dan di bagian depan sekat tubrukan yang tidak terhubung ke system bilga pada umumnya harus dikeringkan dengan memakai peralatan lain yang sesuai dengan kapasitas yang memadai.

2.  Pipa yang Melewati Tangki

  • Pipa-pipa bilga tidak boleh melewati tangki minyak pelumas, minyak panas, feedwater atau air minum.
  • Ketika pipa-pipa bilges yang melewati sebuah tangki bahan bakar yang ada pada double bottom yang berakhir di ruang yang tidak bisa di jangkau saat proses pelayaran berlangsung, sebuah katup non return tambahan harus di pasang pada pipa bilga dimana pipa-pipa dari sisi hisap masuk ke ke dalam tanki bahan bakar.

3.  Isapan Bilga

    • Ruang tempat isapan bilge dirancang sedemikian rupa agar tidak terpengaruh pada saat pembersihan dari bilge serta harus diatur dengan baik agar gampang untuk dilepas. Memakai saringan  dari bahan anti karat. 
    • Ruang isapan bilge darurat dirancang dengan baik agar mudah di jangkau pada aliran bebas serta jarak yang cukup dari dasar atau tank top kapal.

    4.  Katup - Katup Bilga

    • Setiap katup yang terhubung ke pipa antara bilga dengan air laut dan system air ballast, seperti antara hubungan bilga pada kompartemen yang berbeda, harus diatur sehingga meski dalam keadaan posisi katup intermediet atau kegagalan operasi, masuknya air laut melalui system bilga bisa dicegah. 
    • Bilga harus di pasangi dengan katup shut off Pada pipa discharge bagian sisi kapal. 
    • Katup bilga harus diatur dengan baik agar bisa selalu di akses baik itu pada waktu pembebanan (ballast) maupun pada saat kondisi pembebanan dari mesin

    5.  Pelindung Aliran Balik

    • Katup screw down non-return dianjurkan sebagai perlindungan pada aliran balik. 
    • Sebuah kombinasi dari katup non return tanpa mekanisme shut off dan katup shut off bias dipakai dengan persetujuan kelas.

    6.  Sambungan Pipa

      • Demi mencegah masuknya air laut dan ballast ke dalam kapal melalui sistem bilge, 2 (dua) alat perlindungan aliran balik harus diatur pada pipa sambungan bilga, dan salah satu diantaranya adalah sebuah katup screw down non return. 
      • Pada sambungan bilge di luar engine room atau ruangan permesinan, suatu kombinasi dari katup shut off dan katup non return tanpa shut off yang diremote kontrol bisa dipakai. 
      • Hisapan bilge secara langsung dan Injeksi darurat hanya membutuhkan 1 (satu) alat perlindungan aliran balik seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. 
      • Apabila sambungan pipa air laut langsung didesain dan dipasangkan pada bilges pump yang melindungi dari pengisapan hampa, bagian sisi hisap bilge harus diatur dengan 2 (dua) katup screw down non return.
      • Jalur tekan dari OWS atau oil water separator harus dipasangi sebuah katup non return pada bagian sisi kapal.

      7.  Pompa Bilga

      • Apabila dipakai pompa sentrifugal untuk bilge pump, pompa itu harus dihubungkan ke sebuah alat pemisah udara atau self priming.

      8.  Penggunaan Pompa Lain Untuk Pompa Bilga

      • Pompa pendingin air laut yang stand by, Pompa - pompa ballast dan pompa pelayanan umum bisa juga digunakan sebagai pompa bilge independen yang di lengkapi dengan self priming dengan kapasitas yang sudah ditentukan. 
      • Salah satu pompa harus bisa bertindak sebagai pompa pemadam dan pompa bilga jika dalam situasi kegagalan salah satu dari pompa bilga yang di isyaratkan. 
      • Bahan bakar dan Pompa pelumas tidak boleh di hubungkan ke system bilge. 
      • Pompa ejektor bilge bisa di terima pada susunan bilges pump yang tersedia dengan sebuah supply air laut yang independen.




      Demikianlah materi tentang system bilga diatas kapal yang sangat penting untuk kita ketahui bersama, semoga bermanfaat dan semakin meningkatkan wawasan bagi pelaut pemula. Jangan lupa simak terus artikel terbaru di website kami www.safety-marine.com  Terima kasih.

       

      Post a Comment for "PERENCANAAN SYSTEM BILGA DI ATAS KAPAL"